Pertanyaan seputar bisnis cerdas
Apa yang ada di benak para pembaca ketika disebut nama Oriflame??
Kosmetik?? Hanya itu saja?? Pernah tersirat tidak di dalam penggunaan
kosmetik itu ternyata merupakan bisnis yang luar biasa?? Orang awam,
biasanya hanya tahu akan mendapatkan laba, sama seperti penjualan
kosmetik lainnya. Berapa sey untungnya dengan penjualan tersebut?? Yang
pasti 23% dari harga katalog. Lalu, itu saja?? Tentu masih banyak
lagii..
Di bawah ini terdapat pertanyaan-pertanyaan yang biasa ditanyakan
oleh orang-orang yang biasanya hanya memicingkan sebelah mata akan
bisnis ini. Kemungkinan besar adalah ketidaktahuan mereka akan opportunity yang ditawarkan. Walaupun sudah tahu, tetap saja ‘hidayah’ itu belum sampai ke mereka. It’s okay, karena setiap manusia diberikan kebebasan terhadap opini maupun pandangan masing-masing individu.
Pada awalnya,
diriku pun sendiri pernah bertanya, apa iya dapat menjalankan bisnisnya
yang notabene sudah buuanyak orang yang menjadi membernya. ==> Coba
bandingkan, ada berapa ratus juta jiwa penduduk di Indonesia dengan
ratusan ribu konsultan Oriflame?? Sebandingkah?? Berarti, kesempatan itu
masih ada! Masih banyak orang yang belum tahu apa itu Oriflame, dan
bagaimana menjalankannya.
Tidak mau menjual barang yang identik dengan makeup,
karena itu urusan perempuan saja. ==> Sudah pernah membuka
katalognya belum?? Apakah dijual produk-produk wanita saja?? Banyak loh,
pelanggan pria yang berlangganan membeli produknya. Perhatikan, apakah
para manajer maupun bagian petinggi suatu produk kosmetik adalah wanita
saja?? Pria pun pada akhirnya terjun mengelolanya, karena mereka tahu
ada bisnis di dalamnya, dan mereka mau untuk mempelajarinya.
Mungkinkah
dengan modal kecil, dapat menghasilkan jutaan rupiah, puluhan, bahkan
ratusan juta rupiah?? ==> Sekarang adalah era informasi, era dimana
segala sesuatu dikerjakan secara mudah dan cepat. Ada sistem yang sangat
mendukung itu semua dapat terwujud. Tinggal duduk di belakang layar,
berpikir keras, everything is possibble!
Disekolahkan tinggi, kenapa akhirnya hanya menjadi seorang sales??
==> Sudahkah menjamin bahwa titel dapat memberikan kesuksesan serta
kebebasan finansial?? Hanya orang yang mengambil kesempatan emas,
bekerja keras di dalamnya, dan berkomitmen, yang akan berhasil. Mengenai
anggapan sales, teringat dengan kutipan ini: Eighty percent of success is showing up
— Woody Allen. Apapun yang kita gunakan di dunia ini adalah sebagai
penjual. Guru, menjual kemampuan mengajarnya; pelamar kerja, menjual
kemampuannya dalam perusahaan yang ingin ia masuki; penyanyi, menjual
kemampuan menyanyinya, dsb.
Sudah bekerja
dengan posisi yang mantab, kenapa masih menjual produk ini?? ==>
Adakah yang menjamin bahwa kita akan bekerja seterusnya di perusahaan
yang kita anggap aman?? Bahkan seorang pegawai negeri pun, sudahkah
memikirkan bagaimana ia setelah pensiun?? Sudah cukupkah penghasilan
kita untuk sekarang maupun masa depan??
Akan
mengganggu waktu kantor/kuliah/sekolah ==> Bisnis ini dijalankan
dapat dimana saja, kapan saja, dan setiap anggotanya dapat mengatur
sendiri pola kerjanya. Banyak looh, pekerja kantor, mahasiswa, pelajar,
yang sudah sukses di bisnis ini. Semua hanya tergantung niat &
kemauan.
Tidak punya
bakat, tidak pandai berbicara, gaptek, tidak biasa dandan ==>
Oriflame menyediakan pelatihan-pelatihan untuk pengembangan diri. Tentu
saja kita ingin diri kita makin baik ke depannya?? Menjadi diri yang
dapat berguna bagi orang lain, begitu juga orang yang kita sayangi??
Seorang Dini Shanti, dia adalah co-founder
dari d’BCN mampu mengatasi segala keterbatasannya, karena dia sendiri
pun dahulu, menurut pengakuannya adalah seorang pemalu, tidak pandai
berbicara, sekarang berbalik semua. Dia belajar sesuatunya secara
otodidak, pernah merasakan kesusahan hidup, akhirnya bangkit dan menjadi
seorang wanita dengan gaji puluhan juta rupiah dalam sebulan.
Tidak didukung
oleh keluarga, kerabat, teman ==> Mereka yang tidak mendukung
biasanya belum memiliki pengetahuan akan bisnis ini. Tunjukkan
keberhasilan di bisnis ini! Mereka tidak akan percaya sebelum melihat
hasilnya. Di dalam bisnis ini para anggotanya saling mendukung satu sama
lain. Diriku pun merasa sangat beruntung mendapatkan komunitas ini. Di
saat sedang down, banyak teman, upliners, cross team, training, yang dapat membangkitkan semangat kembali. Tidak ada kata bekerja sendiri di sini.
Kalau
ditolak bagaimana?? ==> Tetap semangat! Di sini kita tidak
memaksakan kehendak untuk bergabung dalam bisnis ini. Kita hanya
memberikan informasi, mengajak, agar mereka tahu manfaat serta
keuntungannya. Katalog yang telah didapat cukup menjual, karena barang
yang dijual pun merupakan kebutuhan sehari-hari & sudah tidak
diragukan lagi kwalitasnya. Kita pun menjalankannya dengan mudah &
menyenangkan. Tidak terlalu memikirkan penolakan-penolakan tersebut,
karena hanya menghabiskan energi. Masih banyak orang yang mau kita bantu
untuk meraih mimpi mereka.
Pada akhirnya, semua kembali lagi kepada diri sendiri, sejauh mana
kemauan & tekad seseorang dalam menjalankannya ketika kesempatan itu
datang. The secret of success in life is for a man to be ready for his opportunity when it comes. Benjamin Disraeli
Tidak ada komentar:
Posting Komentar