Pernahkah
Anda sadari makanan diet yang sebenarnya sehat, bisa menjadi musuh
utama menurunkan berat badan? Bersembunyi di balik kata rendah kalori,
bebas lemak, dan sugar free, membuat Anda bebas mengonsumsinya tanpa
rasa bersalah. Ahli gizi dan dosen Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas
Teknologi Pertanian IPB, Dr. Ir. Nuri Andarwulan, M.Si., memberikan
solusi bijak mengonsumsi makanan diet Anda.
1. Roti Gandum
Fakta:
Roti gandum terdiri dari dua jenis, yaitu roti gandum putih (white
bread) dan roti gandum penuh (whole wheat bread). Roti gandum putih
dibuat dari biji gandum yang digiling sempurna dan berwarna putih
(tepung terigu), sedangkan roti gandum penuh dibuat dari biji gandum
yang digiling ‘tidak sempurna’, yang masih terdapat lapisan dedaknya
(whole wheat coarse). Roti gandum penuh mengandung vitamin, mineral, dan
serat pangan (dietary fiber) lebih tinggi dibanding roti gandum putih.
Untuk
diet kalori, yang diperlukan adalah roti gandum penuh. Dengan berat
sama dengan roti gandum putih, roti gandum penuh mengandung serat pangan
yang lebih tinggi. Serat pangan termasuk dalam kandungan karbohidrat,
namun tidak bisa dicerna, sehingga kandungan kalorinya lebih rendah.
Kesalahan:
Karena kandungan seratnya memengaruhi tekstur dan cita rasa roti gandum
yang kurang disukai, biasanya konsumen yang sedang diet justru
menggunakan lebih banyak topping (margarin/butter/jam) untuk menutupi
cita rasa tersebut. Akibatnya, diet kalori yang rencananya dikurangi
dari roti, justru meningkat lebih tajam dari topping-nya.
Cara menyiasati: Ukuran porsi roti tidak berubah, namun kurangi topping-nya. Atau gunakan topping yang juga rendah kalori.
2. Susu
Fakta:
Produk susu di pasaran sangat beragam. Ada susu bubuk, susu cair siap
minum, dan susu kental manis (SKM). Tersedia juga susu bubuk dan susu
cair siap minum rendah kalori/rendah lemak (low fat). Susu low fat
inilah yang biasanya digunakan untuk keperluan diet rendah kalori. SKM
tidak sesuai untuk diet rendah kalori karena kandungan gulanya sangat
tinggi.
Kesalahan: Krim (lemak) susu
memberikan cita rasa penuh dalam mulut (mouthfeel) saat meminumnya. Tak
mengherankan, susu low fat rasanya kurang gurih. Karena cita rasanya
lebih ‘plain’, susu ini biasanya dikonsumsi dengan menambahkan cokelat
bubuk. Cokelat yang ditambahkan akan meningkatkan cita rasanya, namun
juga meningkatkan nilai kalorinya karena dalam produk cokelat terdapat
lemak cokelat.
Cara menyiasati: Pilih susu
rendah lemak dengan rasa vanilla, stroberi, atau cokelat. Jika membeli
yang ‘plain’ (tawar) jangan tambahkan gula atau cokelat saat
mengonsumsinya.
3. Energy bar
Fakta:
Energy bar diformulasikan tinggi kalori dalam satu sajiannya (sekitar
200 kkal/sajian). Kandungan zat gizinya diutamakan untuk menyumbang
kalori (karbohidrat, lemak, protein), karena produk ini dirancang untuk
memberikan energi yang cukup untuk keperluan darurat (emergency),
seperti sedang terburu-buru tidak sempat sarapan, dan hanya untuk
sementara.
Kesalahan: Energy bar jika
dikonsumsi pada saat tidak darurat, misalnya Anda punya keinginan
ngemil, tidak akan membuat kenyang, karena ukuran lambung tidak
terpenuhi oleh satu sajian bar yang berukuran kecil. Biasanya, konsumen
masih akan mencari makanan lain untuk memenuhi rasa lapar tersebut,
sehingga jumlah kalori yang masuk malah melewati aturan diet rendah
kalori.
Cara menyiasati: Jangan terlalu
sering mengonsumsi energy bar. Jika Anda telanjur suka pada energy bar,
pastikan yang alami, tidak lebih dari 200 kalori dan 20 gram gula per
porsi. Manisnya juga harus berasal dari manisnya buah di dalam energy
bar, bukan dari penambahan gula.
4. Keripik Rumput Laut
Fakta: Zat yang terkandung dalam rumput laut terutama adalah serat pangan (dietary fiber) yang tidak menghasilkan kalori.
Kesalahan:
Sayangnya, keripik adalah produk yang digoreng. Semua produk yang
digoreng akan menyerap minyak yang digunakan untuk menggoreng. Jumlah
minyak yang diserap sangat tergantung dari ukuran (besar/kecil,
tebal/tipis) dan asal bahan yang digoreng (nabati atau hewani). Makin
tipis ukuran bahan yang digoreng dan makin renyah produk goreng yang
dihasilkan, maka minyak yang diserap makin tinggi. Produk keripik dapat
mengandung minyak sebanyak 40%. Maka, kita dapat menghitung, jika
keripik dikonsumsi sebanyak 100 g, maka 40 g adalah minyak dan
menyumbang 360 kkal (setara dengan satu porsi menu sarapan).
Cara menyiasati:
Konsumsi keripik dengan bijak, artinya selalu menghitung jumlah yang
dimakan. Hitungannya sangat sederhana: ingat selalu, kandungan lemaknya
adalah 40%.
5. Serealia
Fakta: Serealia
mengandung karbohidrat yang baik untuk diet. Saat ini, serealia
tersedia dalam beragam jenis rasa. Bahkan, ada yang diselimuti gula,
madu, hingga rasa buah-buahan yang manis. Saat dikonsumsi, untuk
variasi, banyak yang menambahkan aneka makanan kering di atasnya.
Kesalahan: Serealia
dengan tambahan rasa meningkatkan nilai kalori produk tersebut.
Demikian juga ketika menggunakan topping berupa raisin (manisan
anggur), irisan pisang, atau stroberi.
Cara menyiasati: Untuk
keperluan diet rendah kalori, pilih serealia yang plain, tanpa rasa,
lapisan gula, dan tanpa topping. Selalu gunakan susu low fat untuk
campurannya.
6. Sushi
Fakta:
Bahan utamanya adalah campuran antara beras dan beras ketan dengan
topping atau isi sumber protein hewani (salmon, nori). Sushi memang kaya
protein yang baik untuk kesehatan otot dan metabolisme tubuh.
Kesalahan:
Produk sushi sangat beragam, tergantung ‘topping’ atau isinya. Sushi
roll dengan topping mayones atau cream cheese mengandung kalori tinggi.
Selain itu, sushi dibuat dalam ukuran kecil-kecil sehingga konsumen
sering lupa jumlah yang dimakan. Walau ukurannya kecil, kalau jumlah
yang dikonsumsi banyak, maka diet rendah kalori pastilah akan dilanggar.
Cara menyiasati: Pilih
menu sushi yang orisinal. Cukup campuran nasi, rumput laut, sayuran,
dan ikan. Jika Anda penyuka ikan, pilih saja sashimi. Makanlah sesuai
porsi. Bila kurang kenyang, kacang edamame bisa jadi pilihan camilan
sehat yang mengenyangkan.
7. Minuman Diet Soda
Fakta:
Minuman diet soda atau minuman berlabel zero (0) sugar, dibuat tidak
menggunakan gula (sakrosa), tetapi dari pemanis buatan. Minuman ini
ditujukan untuk konsumen diet rendah kalori dan penderita diabetes.
Beberapa penelitian membuktikan bahwa konsumsi minuman diet soda membuat
konsumen selalu merasa lapar. Ini yang akan membuat mereka makan
melebihi kebutuhan diet rendah kalorinya.
Kesalahan: Karena menggunakan label diet atau zero sugar, Anda jadi merasa tidak bersalah ketika mengonsumsinya.
Cara menyiasati: Jangan
dibiasakan mengonsumsi minuman diet soda. Bila Anda tergoda minum
minuman manis, buat saja minuman dingin dengan satu sendok teh madu dan
menambahkan air perasan jeruk untuk sensasi menyegarkan. (f)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar